Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

[PUISI] Kepada yang Jauh nan Kurindu

Bertahun-tahun kita tak bersua Bertahun-tahun diri ini menahan Hasrat rindu yang terpendam Yang kini semakin meluap-luap Engkau yang jauh disana Apa kabar? Apa kau merasa rasa yang sama? Rindu hebat yang menyiksa kita Hari demi hari kulalui dengan bayangmu Bayang hadirmu disini yang buatku tersenyum Namun rasanya dirinya makin melemah Karena kita yang lama tak berjumpa Kepada engkau yang jauh disana Kepada engkau yang kurindu teramat Kuharap semesta lekas pertemukan kita Sebelum rindu ini semakin menggila Catatan kaki: Puisi ini sudah pernah ku-posting di akun Quora-ku untuk menjawab pertanyaan dari seseorang, yang aku lupa namanya siapa, yang meminta untuk dibuatkan puisi untuk orang yang dirindu.

[POEM] What I Feel Right Now

The building that I called home, didn't feel like home The people that I called family, feel like strangers What I feel right now, actually a hell Easy to enter, but so hard to escape What I feel right now, just wanna run Far away from here Far away from the hell April 27, 2021 Fitrista

[PUISI] RAUNGANKU YANG TAK PERNAH ENGKAU MENGERTI

RAUNGANKU YANG TAK PERNAH ENGKAU MENGERTI Karya: Fitrista Aku bicara pada sekelompok orang yang menyebut dirinya manusia Aku bicara pada sekelompok orang yang menganggap dirinya makhluk sosial Aku bicara pada sekelompok orang yang menganggap dirinya perasa   Ternyata aku bicara pada sekelompok orang yang mati hatinya Aku meraung pada sekelompok orang yang kuanggap berempati Aku meraung pada sekelompok orang yang kuharap mengerti Aku meraung pada sekelompok orang yang kuanggap berhati Ternyata aku meraung pada sekelompok orang pembenci Aku bicara di hadapan mereka yang kupercayai Aku meraung di hadapan mereka yang kusayangi Aku menangis di hadapan mereka yang kucintai Ternyata apa yang kulakukan, itulah yang mereka tertawai

[Puisi] Perasaanku yang Bisu

Dikala awan bergemuruh Seolah langit harap runtuh Dikala gerimis membasahi tanah Mewakilkan semesta gundah Tak sekalipun penyesalan datang Hujan turun terbiasa Pertemuan ini indah Semuanya indah Penyesalan tiada makna Dikala batang mulai lelah Berpancang pada akar tanah Dikala dedaunan mulai lelah Melawan angin yang merebahkan Tak sekalipun penyesalan datang Walau terus merasa lelah Dan dituntut menyerah Rasa ini indah Dan penyesalan tiada makna Sekalipun bibir terus membisu Hati memberontak getir Pikir memilih berteman sunyi Bukan berarti kasih tak ada Bukan berarti rasaku tiada Dalam doaku tersebut namamu Harap takdirmu untukku Dan takdirku untukmu Semoga doaku terkabul Dan kita dipertemukan lagi Dengan kondisi bersatunya hati Tak harap sekarang dirimu rasa sama Apalagi turut membalas Percayalah cinta Senyumanmu membuatnya bermakna Seperti daun yang membisu Tatkala diterbangkan angin Seperti itulah cintaku untukmu

Yuk, Kepoin yang Lain!

Review: Emina Bright Stuff Moisturizing Cream

[Puisi] Perasaanku yang Bisu

Buat Kamu yang Masih Bingung Dengan Cita-Citamu

5 Aplikasi Gratis Buat Kamu yang Hobi Baca!

[REVIEW] Alasan Kamu Harus Nonton Howl's Moving Castle!

Musikalisasi Puisi (Ada contohnya, guys!)

Moci, Tahu Aci, dan Tari Endel Sebagai Budaya Asli Tegal

[ARTIKEL] PROBLEMATIK SISTEM RANKING DI SEKOLAH

[ARTIKEL] REVIEW NIVEA STRAWBERRY SHINE

Songfiction: Speechless